Menelusuri Perjalanan Vape di Indonesia Dari Masa ke Masa

26 Januari 2026, 15.00 | Rusdiyana

Bagi vapers yang mulai mengenal vape atau rokok elektrik sejak sekitar 2013 sampai 2015, perkembangan dunia vape saat ini begitu sangat terasa. Vape yang dulu identik dengan mod besar, cloud tebal, dan utak-atik coil, kini berubah menjadi perangkat simpel, praktis, dan lebih ramah untuk pengguna umum. Perubahan ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga menyentuh aspek kultur, gaya hidup, hingga cara orang memandang vaping itu sendiri.

Sebelum kita bahas tentang perbedaan apa saja yang paling terasa di industri vape dari masa ke masa, kita throwback tipis-tipis dulu kali ya. Kita mulai dari awal kedatangan vape masuk ke Indonesia yang awalnya berupa hobi yang sampai sekarang bertransisi menjadi gaya hidup.

  • 2011 – 2012 (Fase Awal Masuk Ke Indonesia)

Di tahun ini, Vape mulai masuk ke Indonesia lewat barang impor pribadi dan dibawa oleh traveler, komunitas online, atau dari orang Indonesia yang memilih berkarir di luar negeri, dan ketika pulang, mereka membawanya. Di era ini, Vape masih sangat spesifik, dan diketahui hanya di kalangan pecinta gadget & perokok early adopter. Di tahun ini,belum ada regulasi sama sekali, bahkan vape store pun bisa dibilang hampir belum ada. Bisi dibilang, era ini masih menjadi fase “underground”.

  • 2013 – 2014 (Mulai dikenal & komunitas mulai tumbuh)

Di era ini, sudah ada beberapa vape store yang yang mulai muncul di kota besar seperti Jakarta, Bandung, & Surabaya. Di tahun ini pun, beberapa komunitas mulai terbentuk, sementara media sosial & forum sudah jadi pusat edukasi. Device seperti mod & rebuildable, penyebarannya masih dominan. Di tahun ini pula, vape sudah mulai dikenal sebagai alternatif rokok. Fase ini bisa dibilang jadi fase komunitas & hobi.

  • 2015–2017 (Masa Keemasan “Vapers Lama”)

Siapa yang masih inget sama istck pico & Wismec di 2016? Di jangka waktu tersebut, vape sudah menemui popularitasnya. Di mana, vape expo & event sudah mulai ramai, disertai brand liquid lokal yang bermunculan. “Cloud Chasing” & “Cloud Trick” mulai menjadi jadi tren baru yang sudah masuk menjadi gaya hidup seorang vapers. Perkembangan vape store yang semakin menjamur di setiap daerah nya. Era ini yang sering disebut vapers lama sebagai “Golden Era” vape Indonesia.

  • 2018-2019 (Titik Balik: Legalitas & Pita Cukai)

Di tahun ini, titik balik terjadi, di mana Pemerintah secara resmi memasukkan vape sebagai objek cukai (HPTL). Tepatnya pada 1 Juli 2018, produk liquid vape mulai dikenakan cukai. Di tahun ini pun, Industri mulai lebih terstruktur. Tak sedikit brand kecil tumbang, dan yang serius akan bertahan.

  • 2019-Sekarang (Industrialisasi & Komersialisasi)

Siapa yang baru mulai vaping tahun 2019 diawali dari Pod System? Yaps, di tahun ini, era Pod System sudah mulai mendominasi. Brand besar & para investor sudah mulai masuk, karena sudah menjadi legal, maka regulasi pun makin ketat, harga cukai pun mulai naik. Di tahun 2021, transisi ukuran botol pun terjadi, dari kemasan 100ml menjadi 60ml. Di era ini, vape sudah menjadi produk mass market.  Di era ini, vape berubah dari hobi komunitas menjadi industri lifestyle.

Buat vapers lama, vape dulu mungkin terasa lebih hidup karena kuatnya komunitas, eksplorasi, sampai hal teknis. Meskipun begitu, seiring perkembangan zaman dan budaya, vape di masa kini jelas lebih praktis, aman, dan dapat menjangkau lebih banyak orang. Vape di era sebelum sekarang, menuntut kita akan pemahaman teknis. Sekarang, siapa pun bisa vaping tanpa perlu tahu soal ohm atau watt. Dari segi urusan liquid, rasa yang beredar di market lebih kompleks, smooth, dan punya karakter brand yang kuat seperti BEQU & The O Rama Juice. Di era mana pun kamu memulai vaping, pasti akan selalu ada cerita di setiap awal perjalanan.